6 Tips Bisnis di Bulan Puasa agar Untung Maksimal

Melayani Pembuatan SBU, Pengurusan SIUJK, SBU, Jasa Legalitas Perusahaan, Pembuatan Legalitas SBU, Jasa SMK3, Jasa ISO, Jasa SKUP MIGAS Jakarta

Bulan puasa adalah bulan yang penuh berkah, bukan hanya untuk berbuat baik tetapi juga untuk berbisnis. Peluang usaha di bulan Ramadan semakin terbuka lebar, khususnya menjelang Hari Raya di mana semakin banyak orang melakukan berbagai persiapan untuk merayakan hari kemenangan.

Anda bisa menangkap berbagai peluang bisnis dengan keuntungan yang menggiurkan, mulai dari bisnis kuliner selama bulan Ramadan hingga bisnis busana muslim. Untuk Anda, tentu ada beberapa tips bisnis di bulan puasa yang bisa Anda lakukan agar bisa mendapatkan keuntungan yang lebih banyak.

Pintar menangkap tren dan peluang

Hal penting yang harus Anda lakukan adalah pintar dalam melihat tren dan menangkap peluang usaha Ramadan di sekeliling Anda. Di momen yang sangat spesifik seperti bulan puasa ini, bisnis yang Anda jalankan harus selaras dengan nuansa Ramadan. Ini karena aktivitas konsumsi masyarakat  tidak akan jauh-jauh dari suasana Ramadan itu sendiri.

Lihat di sekeliling Anda, adakah kebutuhan pasar yang bisa Anda sediakan selama bulan suci ini? Usaha takjil semisal, atau catering sahur untuk anak kost yang selama bulan puasa tidak berada di rumah dan tidak sempat masak saat sahur. Bisa juga usaha hampers atau parcel untuk bingkisan Hari Raya, bahkan usaha busana muslim yang akan bisa diborong menjelang Idul Fitri.

Mulai bisnis yang bisa terus dilanjutkan

Jika Anda ingin terus menjalankan peluang usaha Ramadan sepanjang tahun, maka bersiaplah untuk mempersiapkan rencana bisnis jangka panjang. Bisa saja awalnya Anda memulai bisnis ini dengan menjual takjil atau catering seperti yang tadi disebutkan. Berikutnya, bisnis bisa tetap Anda teruskan dengan menjajakan panganan serta menu masakan untuk makan sehari-hari.

Cara mudahnya adalah memilih jenis produk yang masih tetap bisa dijual sekalipun bulan puasa sudah berganti. Jika produk yang Anda jual adalah makanan, maka selepas bulan puasa Anda masih bisa melanjutkan dengan tetap menjual makanan. Beda lagi dengan hampers atau parcel, bisnis masih bisa berjalan dengan target pasar untuk hadiah kolega bisnis, syukuran, seserahan, dan seterusnya.

Jual banyak variasi produk

Hindari berbisnis hanya menjual satu varian produk saja. Pastikan produk yang Anda jual selalu menawarkan beberapa pilihan varian, apalagi mengingat preferensi atau minat dan kesukaan orang bisa jadi berbeda. Variasi ini bisa Anda bedakan berdasarkan ukuran, warna, desain, hingga paket produk.

Konsep yang sama juga bisa diterapkan saat memulai bisnis di bulan puasa ini. Saat hendak menjual busana muslim misalnya, buatlah kategori busana muslim tertentu. Kemudian dari setiap kategori, sediakan beberapa variasi untuk jadi pilihan bagi para calon pembeli. Hal yang sama juga bisa Anda terapkan untuk produk lainnya, seperti produk makanan atau produk bingkisan.

Pemasaran serba nuansa bulan puasa

Perhatikan juga strategi pemasaran yang akan Anda gunakan. Tema dan nuansa bulan puasa ini jangan sampai terlewatkan. Ada banyak cara untuk membuat strategi pemasaran yang bernuansa Ramadan. Mulai dengan menyiapkan desain kemasan produk bertema Ramadan semisal. Termasuk menggunakan beberapa tema warna khas Ramadhan seperti warna hijau dan kuning.

Strategi pemasaran lainnya yang bisa dicoba adalah menawarkan diskon spesial bulan puasa seperti tawaran diskon, buy 1 get 1, sampai promosi cashback atau voucher. Terlebih jika tawaran promosi ini disematkan pada produk-produk yang banyak dicari selama Ramadan, pasti akan menarik banyak minat dari para calon pembeli Anda.

Lengkapi dengan rencana bisnis yang jelas

Tips yang tidak kalah penting adalah mempersiapkan rencana bisnis Anda secara rinci dan jelas. Pastikan rencana yang Anda buat sudah memiliki target yang jelas. Dengan begitu, Anda juga jadi paham ke mana bisnis ini akan mengarah dan langkah-langkah apa saja yang harus diambil.

Rincikan rencana operasional dari bisnis Anda. Hitung budgeting serta modal dan pembiayaan bisnis Anda dengan benar. Dari rencana itulah Anda bisa tahu bagaimana akan bertindak serta mengambil keputusan jika sewaktu-waktu bisnis Anda mengalami kendala.

Manfaatkan platform online

Tips terakhir, libatkan platform online untuk membuat proses bisnis jadi lebih efektif dan maju. Platform online tidak hanya bisa dimanfaatkan sebagai media promosi atau interaksi, ada juga platform online lainnya yang bisa Anda manfaatkan untuk operasional bisnis Anda sendiri, mulai dari platform untuk merekam stok barang hingga platform untuk mengatur pembiayaan bisnis.

Lalu, platform online yang juga tidak kalah penting adalah platform pinjaman modal online. Platform yang bisa membantu Anda merintis bisnis di bulan puasa dengan dana yang dibutuhkan untuk memulai. Platform yang bisa Anda andalkan adalah Modalku dengan sistem yang mudah dipahami dan pinjaman yang diproses secara praktis. Modalku siap jadi platform pinjaman terpercaya untuk bisnis Anda.


Anda juga dapat mengakses informasi tentang tips-tips keuangan, gaya hidup, produk keuangan, hingga alternatif investasi di blog.modalku.co.id. Awali kebebasan finansial dengan memperkaya literasi keuangan bersama kami. Ayo jelajahi blog kami!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform pendanaan UMKM di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *