Jadi Juragan Usaha Pecel Lele dengan Pinjaman UMKM

Melayani Pembuatan SBU, Pengurusan SIUJK, SBU, Jasa Legalitas Perusahaan, Pembuatan Legalitas SBU, Jasa SMK3, Jasa ISO, Jasa SKUP MIGAS Jakarta

Belakangan ini banyak yang sedang mencoba mencari peruntungan dengan berternak lele bermodalkan pinjaman UMKM. Ditambah lagi, ternak lele bisa dilakukan di mana pun, bahkan di rumah Anda. Bagi Anda yang sudah mencoba, pernahkah terpikirkan untuk membawa usaha ternak lele Anda ke jenjang berikutnya?

Jenjang berikutnya yang bisa Anda tempuh adalah dengan membuka usaha pecel lele sendiri. Membuka usaha pecel lele dengan bahan dasar ikan lele yang diternak sendiri tentunya akan lebih menguntungkan. Pertama, Anda tidak perlu susah-susah mencari pemasok ikan lele. Kedua, kualitas lele yang Anda sajikan tentu sudah terjamin. Namun, sebelum Anda membuka usaha ini, simak beberapa pertimbangan terkait usaha tersebut berikut ini.

Baca juga: “7 Usaha Makanan Paling Laris Saat Ini di Tahun 2021“

Kelebihan dan Kekurangan Usaha Pecel Lele

Setiap usaha pasti mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Begitu juga jika Anda berniat untuk membuka usaha pecel lele. Berikut adalah beberapa kelebihan dan kekurangan dari usaha pecel lele:

Kelebihan
– Harga pasaran pecel lele terjangkau bagi semua lapisan masyarakat, sehingga semakin banyak pelanggan yang berdatangan.
– Rasa dari pecel lele sangat cocok di lidah orang Indonesia. Oleh karena itu, Anda tidak perlu khawatir kehilangan peminat.
– Proses pembuatannya praktis, maka dari itu tidak diperlukan keterampilan khusus untuk memasak pecel lele.

Kekurangan
– Karena termasuk usaha yang tidak sulit dijalani, Anda akan mendapatkan banyak saingan.
– Pecel lele sifatnya tidak tahan lama, sehingga Anda perlu menghabiskan bahan pecel lele Anda setiap harinya agar tidak mengalami rugi.

Baca juga: “5 Penyebab Bisnis Bangkrut yang Harus Anda Hindari”

Biaya Perlengkapan Usaha Pecel Lele

Saat memulai usaha ini, tentu Anda akan perlu memperhitungkan biaya-biaya apa saja yang diperlukan. Salah satunya adalah biaya perlengkapan. Perlengkapan yang harus Anda siapkan adalah:

  • Gerobak
  • Kain terpal
  • Peralatan makan dan dapur
  • Spanduk pecel lele
  • Kursi plastik
  • Meja
  • Perlengkapan lainnya sesuai dengan kebutuhan.

Kira-kira biaya perlengkapan yang diperlukan untuk membuka usaha pecel lele dapat mencapai Rp6 juta. Angka tersebut tentu tergantung kebutuhan dan skala usaha Anda. Semakin besar skala usahanya, maka Anda membutuhkan semakin banyak perlengkapan dengan total biaya perlengkapan yang lebih tinggi.

Baca juga: “5 Tanda Bisnis Anda Membutuhkan Bantuan Modal Usaha“

Biaya Bahan Baku

Biaya yang perlu dipertimbangkan selanjutnya adalah biaya bahan baku. Jika Anda berternak lele sendiri, maka hasil ternak Anda sudah bisa mengurangi biaya bahan baku. Bahan baku yang diperlukan adalah semua yang berhubungan dengan proses memasak pecel lele. Mulai dari minyak goreng, cabai, tempe, sampai beras. Perkiraan biaya bahan baku untuk pecel lele mencapai Rp300 ribu per harinya. Angka tersebut sekali lagi tergantung menu apa yang akan Anda sajikan di lapak Anda.

Biaya Operasional

Rincian biaya usaha berikutnya adalah biaya operasional bulanan. Biaya yang dikeluarkan meliputi sewa lahan usaha, retribusi, upah karyawan, listrik, dan lain sebagainya. Biaya operasional akan tergantung pada beberapa hal seperti lokasi usaha. Apabila Anda membuka lapak di pusat kota, maka otomatis biaya operasionalnya akan lebih mahal. Rata-rata biaya operasional bulanan mencapai Rp2,5 juta.

Perhitungan Profit Menggunakan Pinjaman UMKM

Setelah merinci semua biaya yang diperlukan untuk membuka bisnis pecel lele, kini saatnya Anda mencoba menghitung profit menggunakan pinjaman UMKM. Dengan pinjaman UMKM, Anda sudah tidak perlu khawatir lagi mencari dana untuk membayar biaya-biaya, mulai dari perlengkapan hingga operasional.

Perlu Anda ingat bahwa pendapatan bukanlah laba. Laba adalah pendapatan yang sudah dikurangi dengan biaya yang dikeluarkan. Misalkan Anda mampu menjual pecel lele hingga 30 porsi setiap harinya dan setiap porsi Anda hargai senilai Rp25 ribu, maka dalam satu bulan pendapatan Anda mencapai Rp22,5 juta.

Pendapatan tersebut kemudian Anda kurangi dengan biaya-biaya yang sudah dihitung di atas. Total biaya per bulan yang Anda keluarkan adalah sekitar Rp17,5 juta. Berarti, laba bersih yang Anda dapatkan setiap bulan bisa mencapai Rp5 juta. Cukup menarik, bukan?

Bagi Anda yang berminat untuk membuka usaha pecel lele namun belum mempunyai modal, Anda tak perlu khawatir. Anda bisa mendapatkan bantuan dari Modalku. Modalku memberikan dua jenis pinjaman UMKM yang bisa Anda pilih. Pinjaman UMKM bersama Modalku hadir tanpa agunan, lho! Tenor pinjaman bermacam-macam, batas maksimal pinjaman pun cukup tinggi. Yuk, kunjungi laman resmi Modalku sekarang dan mulai usaha kecil Anda!


Anda juga dapat mengakses informasi tentang tips-tips keuangan, gaya hidup, produk keuangan, hingga alternatif investasi di blog.modalku.co.id. Awali kebebasan finansial dengan memperkaya literasi keuangan bersama kami. Ayo jelajahi blog kami!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform pendanaan digital bagi UMKM di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *