Mulai Usaha Ternak Kambing dengan Bantuan Modal Usaha Sekarang!

Melayani Pembuatan SBU, Pengurusan SIUJK, SBU, Jasa Legalitas Perusahaan, Pembuatan Legalitas SBU, Jasa SMK3, Jasa ISO, Jasa SKUP MIGAS Jakarta

Dari banyaknya jenis usaha yang bisa Anda mulai dengan bantuan modal usaha, usaha ternak kambing adalah salah satunya. Usaha ini layak untuk Anda pertimbangkan karena memiliki potensi yang besar dalam menghasilkan keuntungan. Selain itu, ternak kambing akan sangat menguntungkan karena sangat dicari saat hari raya kurban Idul Adha.

Selain bisa mendapatkan keuntungan dari menjual dagingnya, ternak kambing juga bisa menghasilkan produk susu. Anda juga bisa berbisnis ternak kambing yang khusus untuk diambil dagingnya sebagai suplai untuk bidang kuliner. 

Peluang Usaha Ternak Kambing

Bicara soal peluang usaha ternak kambing, Anda akan menemukan beberapa kemudahan dalam menjalankan bisnis ini. Pertama, usaha ternak kambing bisa Anda kembangkan secara online, sehingga Anda bisa menjangkau calon konsumen yang lebih luas. Contoh, Anda bisa menawarkan layanan aqiqah online menggunakan gadget dan koneksi internet. 

Kedua, Anda bisa menggabungkan usaha ternak kambing dengan bisnis katering. Ini bisa membuka peluang penghasilan yang lebih besar karena di samping menyediakan kambing, Anda juga membuka usaha katering untuk menyajikan menu khusus.

Ketiga, Anda juga bisa bekerjasama dengan lembaga zakat dan lembaga sosial lainnya. Ini akan sangat menguntungkan karena umumnya lembaga zakat dan lembaga sosial lainnya sering mengadakan layanan qurban dalam jumlah besar untuk kaum dhuafa. Tawarkan harga yang realistis dan kompetitif agar Anda bisa membidik target pasar ini.

Perhitungan Bantuan Modal Usaha untuk Ternak Kambing

Perhitungan kasarnya, Anda membutuhkan modal kira-kira Rp10 juta untuk memulai usaha ternak kambing. Perhitungan bantuan modal usaha untuk ternak kambing adalah sebagai berikut:

  1. Rp 3 juta untuk kandang modern berukuran 2×2 meter
  2. Rp 3 juta untuk membeli 5 ekor kambing usia 3-5 bulan (Rp600 ribu per ekor)
  3. Rp1 juta untuk pakan rumput hijau per bulan
  4. Rp1 juta untuk vitamin ternak dan obat cacing untuk kambing per bulan
  5. Rp1,5 juta untuk biaya pegawai jika ada
  6. Rp1 juta untuk biaya lain-lain, seperti kebersihan, listrik, dan sebagainya

Dari perhitungan kasar di atas, modal yang Anda butuhkan adalah sekitar Rp10,5 juta. Namun, tentu saja besaran modal bisa lebih kecil atau lebih besar, tergantung target dan kebutuhan Anda dalam memulai usaha ternak kambing. 

Perhatikan Jenis Kambing

Jika Anda sudah memperhitungkan modal usaha untuk ternak kambing, selanjutnya Anda perlu memperhatikan jenis kambing yang sesuai dengan kebutuhan usaha ternak kambing yang Anda jalankan. Beda jenis kambing, beda juga peluang bisnis potensialnya. Berikut informasinya:

  1. Kambing Jawa Randu, dapat menghasilkan 1,5 liter susu per harinya dan cocok dijadikan hewan kurban atau acara aqiqah.
  2. Kambing Etawa, postur tubuh lebih besar dibanding jenis kambing lainnya. Bisa dijadikan hewan kurban dan menghasilkan susu. 
  3. Kambing Kacang, jenis kambing yang paling sering dijadikan hewan ternak di Indonesia ini mempunyai bobot sekitar 30 kilogram. Jenis kambing pedaging ini mempunyai daya tahan tubuh dan kemampuan adaptasi yang baik, sehingga dapat menjadi salah satu pilihan bibit berkualitas untuk usaha ternak kambing.

Siapkan Lahan dan Kandang

Selanjutnya, Anda perlu menyiapkan lahan dan kandang yang ukurannya sesuai dengan jumlah dan ukuran kambing yang Anda ternak. Anda bisa membuat kandang dari bahan apapun, boleh dari kayu atau sejenisnya. Siapkanlah lahan yang tidak dekat dengan pemukiman, mengingat kambing mempunyai aroma yang tidak sedap. 

Anda bisa membuat kandang kambing dengan desain modern berbentuk mirip rumah panggung agar ternak kambing lebih sehat. Buatlah kandang kambing berukuran sesuai jumlah kambing. Anda bisa menentukan ukuran tersebut lewat ukuran umum kandang kambing dewasa yang membutuhkan ruang 1,5 x 1,5 meter. Jangan lupa pula untuk memastikan kandang yang Anda buat mendapatkan sinar matahari yang cukup. 

Berikan Pakan Kambing Berkualitas

Terakhir, Anda bisa memulai usaha ternak kambing dengan bantuan modal usaha yang sukses dan menguntungkan jika Anda memberikan pakan kambing berkualitas. Anda memang bisa memanfaatkan rumput-rumput hijau sebagai pakan kambing, namun Anda juga perlu memberikan ternak kambing berbagai sumber makanan lain setiap harinya dengan jumlah yang cukup jika ingin bentuk tubuhnya tumbuh besar dan tegap lebih besar.

Idealnya, jumlah makanan kambing per hari adalah 3 kilogram untuk 1 ekor kambing. Di pagi dan sore hari, Anda bisa memberikan kambing pakan rumput. Sedangkan, di tengah hari Anda bisa memberikan pakan sumber protein (ampas tahu), karbohidrat (racikan singkong), dan lainnya.

Menambahkan suplemen ternak kambing yang aman dan tidak menimbulkan efek samping juga dianjurkan untuk membuat kambing makin sehat dan terhindar dari penyakit. Jika butuh bantuan modal usaha untuk ini, Anda dapat melakukan pinjaman Modalku yang aman dan terpercaya.


Anda juga dapat mengakses informasi tentang tips-tips keuangan, gaya hidup, produk keuangan, hingga alternatif investasi di blog.modalku.co.id. Awali kebebasan finansial dengan memperkaya literasi keuangan bersama kami. Ayo jelajahi blog kami!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform pendanaan UMKM di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *